Minggu, 04 November 2012

bahan pakan sumber energi


Ternak membutuhkan kandungan nutrisi yang lengkap berupa protein, energi, vitamin, mineral dan air untuk menunjang kebutuhan hidup pokok dan berproduksi. Kesemuanya ini dibutuhkan dalam jumlah yang seimbang dan tepat dalam makanan berupa ransum. Salah satu kandungan nutrisi  yaitu energi. Energi berasal dari karbohidrat dan lemak yang berada di dalam makanan yang dimakan ternak, dan protein pun bila diperlukan dapat dirombak menjadi energi.Tanpa energi memang sulit bagi hewan untuk melakukan segala aktivitas dan bergerak. Dengan alasan tersebut, maka kehidupan ternak banyak tergantung pada energi. Jika di dalam tubuh ternak kekurangan energi, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak di beberapa bagian tubuh. Apabila cadangan dalam bentuk lemak tidak mencukupi karena cadangan berupa lemak habis, maka proteinpun akan dirombak menjadi energi. Jika kondisi semacam ini terjadi secara berkepanjangan, maka ternak akan menderita sakit dan bahkan bisa menghadapi maut. Pakan sumber energi merupakan semua bahan pakan ternak yang mengandung serat kasar di bawah 18% dan protein kurang dari 20%.
Adapun energi tersebut dapat diperoleh dari beberpa sumber berikut.
1.      Tumbuh-tumbuhan, terutama yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak : jagung kuning, dedak halus, bungkil kacang kedelai, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa, dan sorgum.
a.       Dedak halus
Dedak halus terdiri atas pecahan kulit gabah dan kulit beras, tetapi kulit berasnya lebih banyak daripada dedak kasar. Bahan ini memiliki kandungan gizi antara lain protein 11,35%; lemak 12,15%; karbohidrat 28,62%; abu 10,5%; serat kasar sekitar 24,46%; air 10,15%; serta energi metabolis sebesar 1890 kkal/ kg.
b.      Bungkil kacang kedelai
Bungkil kacang kedelai memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagus, terutama protein dan energinya, yang masing-masing mencapai 40%-50% dan 2850 kcal/kg. Sementara serat kasarnya relatif rendah, yakni 6%, sedangkan kandungan Ca sekitar 0,11% dan Fosfor lebih dari 0,65%. Sebagai unsur pembentuk ransum, sebaiknya bungkil kacang kedelai ini tidak digunakan secara bersama-sama dengan bungkil kacang tanah, karena kedua bahan ini sama-sama miskin asam amino, khususnya methionine.
c.       Bungkil kelapa
Bungkil kelapa merupakan hasil ikutan dari proses pengolahan minyak kopra. Kandungan  nutrisinya cukup tinggi, terutama protein dan energinya, yang masing-masing mencapai 20%-26% dan 1540 kcal/kg. Demikian pula asam aminonya pun cukup baik, sehingga unsur ini dapat mengurangi penggunaan tepung ikan yang cukup mahal. Sementara, kekurangan unsur lysine dan methionin dalam bungkil kelapa dapat ditopang dengan bahan baku tepung ikan. Kelemahan bungkil kelapa adalah kandungan minyaknya yang terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan ransum mudah tengik. Pemakaian ideal dalam ransum bungkil kelapa adalah berkisar antara 10%-25%.
d.      Bungkil kacang tanah
Bungkil kacang tanah merupakan hasil ikutan proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak. Bungkil kacang tanah mempunyai kadar protein mencapai 40%-55% dan energinya 2430 kcal/kg. Tetapi kadar lysine dan tryptopannya rendah, sedangkan serat kasarnya tinggi, mencapai 13%. Pemakaian ideal bungkil kacang tanah di dalam ransum adalah berkisar antara 0%-15%.
e.       Sorghum
sebagai  bahan baku pakan pembentuk ransum, sorghum lebih unggul daripada dedak dan bungkil kelapa. Bahan baku pakan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi mencapai 10%, sedangkan serat kasarnya rendah, yaitu 2,20%, dan memberikan energi yang tinggi, yakni 3040 kcal/kg. Namun di Indonesia bahan ini belum banyak dibudidayakan. Pemakaian ideal dalam ransum adalah 15%.
f.       Jagung kuning
Jagung kuning mengandung protein dan energi tinggi tetapi daya letaknya rendah. Jagung kuning memiliki kandungan protein 8-9%, lemak 3-4%, asam amino 90-95%, dan energi metabolis sebesar 3394 kkal/kg.

2.      Hewan : tepung ikan, tepung darah, dan tepung susu.
a.       Tepung darah
Bahan baku tepung darah adalah darah yang merupakan limbah dari rumah pemotongan hewan (RPH). Kandungan gizinya berupa protein 71,45%; lemak 0,42%; karbohidrat 13,12%; abu 5,45%; serat 7,95%; dan air 5,19%. Proteinnya sukar dicerna, sehingga pemberiannya harus dibatasi.
b.      Tepung susu
Kandungan gizinya berupa protein 35,6%; lemak 0,1%; karbohidrat 52,0%; dan air 3,5%.

Fikar, samsul. 2010. Beternak dan bisnis sapi potong. PT agromedia pustaka, Jakarta
Martanto, eko. 2004 Panduan beternak itik petelur secara intensif. PT agromedia pustaka, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar